Selasa, 01 Desember 2015

Mengapa wanita tidak ingin di poligami ?

 Mengapa wanita tidak ingin di poligami ?
Saya sedikit ingin berbagi pendapat tentang mengapa wanita tidak ingin di poligami, menurut saya bagi wanita tidak mudah menerima ketika cinta dan perhatian pasangannya dibagi dengan wanita lain. Tidak cukup jika hanya memiliki raga dan hati pasangannya saja karena wanita butuh pengakuan, begitu juga jika hanya memiliki statusnya saja karena wanita butuh perhatian. Wanita butuh ketiga nya; raga, hati dan statusnya. Tetapi ketika wanita memiliki ketiganya, wanita juga butuh memiliki sepenuhnya, bukan setengahnya. Karena ketika pasangannya memutuskan mempoligami otomatis dia akan membagi raga, hati, dan statusnya. Ini tidak diharapkan oleh wanita manapun. Meskipun Allah memperbolehkan laki-laki poligami atau mempunyai istri lebih dari satu yang sudah jelas-jelas tertulis di dalam Al-Qur’an, Allah tidak menganjurkan hal ini untuk dilakukan. Apalagi ketika hal ini dilakukan, akan menyakiti kedua belah pihak wanita.
Walaupun Allah menjanjikan syurga bagi wanita yang rela untuk di poligami, tapi bukan itu yang diharapkan seorang wanita. Meskipun dengan jaminan adil sekalipun, mungkin menurut laki-laki asalkan bersikap adil dengan kedua istrinya, poligami bisa dilakukan. Tanpa dia sadari wanita sebenarnya menolak didalam hatinya meskipun dia berucap bahwa dia rela dan ikhlas, karena wanita lebih suka memendam perasaannya.


kemampuan dasar yang harus dimiliki guru

Kemampuan dasar yang harus dimiliki sebagai profesionalisasi tugas guru menurut Zainal Aqib (2002: 102-110) adalah:
1. Menguasai bahan, meliputi:
a. Menguasai bahan mata pelajaran dan kurikulum sekolah, meliputi: 1) Mengkaji bahan kurikulum mata pelajaran, 2) Mengkaji isi buku-buku teks mata pelajaran yang bersangkutan, 3) Melaksanakan kegiatan-kegiatan yang disarankan dalam kurikulum mata pelajaran yang bersangkutan.
b. Menguasai bahan pendalaman/aplikasi pelajaran, meliputi: 1) Mempelajari ilmu yang relevan, 2) Mempelajari aplikasi bidang ilmu ke dalam ilmu lain (untuk program-program studi tertentu), 3) Mempelajari cara menilai kurikulum mata pelajaran.
2. Mengelola program belajar mengajar, meliputi:
a. Merumuskan tujuan instruksional, yaitu: 1) Mengkaji kurikulum mata pelajaran, 2) Mempelajari ciri-ciri rumusan tujuan instruksional, 3) Mempelajari tujuan instruksional mata pelajaran yang bersangkutan, 4) Merumuskan tujuan instruksional mata pelajaran yang bersangkutan.
b. Mengenal dan dapat menggunakan metode mengajar, yaitu: 1) Mempelajari macam-macam metode mengajar, dan 2) Menggunakan macam-macam metode mengajar.
c. Memilih dan menyusun prosedur instruksional yang tepat, yaitu: 1) Mempelajari kriteria pemilihan materi dan prosedur mengajar, 2) Menggunakan kriteria pemilihan materi dan prosedur mengajar, 3) Merencanakan program pelajaran, dan 4) Menyusun satuan pelajaran (saat ini dikenal dengan RPP).
d. Melaksanakan program belajar mengajar, yaitu: 1) Mempelajari fungsi dan peran guru dalam instruksi belajar mengajar, 2) Menggunakan alat bantu belajar mengajar, 3) Menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar, 4) Memonitor proses belajar siswa, dan 5) Menyesuaikan rencana program pengajaran dengan situasi kelas.
e. Mengenal kemampuan (entry behavior) anak didik, yaitu: 1) Mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian prestasi belajar, 2) Mempelajari prosedur dan teknik mengidentifikasi kemampuan siswa, dan 3) Menggunakan prosedur dan teknik untuk mengidentifikasi kemampuan siswa.
f. Merencanakan dan melaksanakan pengajaran remidial, yaitu: 1) Mempelajari faktor-faktor penyebab kesulitan belajar, 2) Mendiagnosis kesulitan belajar siswa, 3) Menyusun pengajaran remidial, 4) Melaksanakan pengajaran remedial.
3. Mengelola kelas, meliputi:
a. Mengatur tata ruang kelas untuk pengajaran, yaitu: 1) Mempelajari macam-macam pengaturan tempat duduk dan setting ruangan kelas sesuai dengan tujuan-tujuan instruksional yang hendak dicapai, dan 2) Mempelajari kriteria penggunaan macam-macam pengaturan tempat duduk dan setting ruangan.
b. Menciptakan iklim belajar mengajar yang serasi, yaitu: 1) Mempelajari faktor-faktor yang mengganggu iklim belajar mengajar yang serasi, 2) Mempelajari strategi dan prosedur pengelolaan kelas yang bersifat preventif, 3) Menggunakan strategi dan prosedur pengelolaan kelas yang bersifat preventif, dan 4) Menggunakan prosedur pengelolaan kelas yang bersifat kuratif.
4. Menggunakan media sumber, meliputi:
a. Mengenal, memilih, dan menggunakan media, yaitu: 1) Mempelajari macam-macam media pendidikan, 2) Mempelajari kriteria pemilihan media pendidikan, 3) Menggunakan media pendidikan, dan 4) Merawat alat-alat bantu belajar mengajar.
b. Membuat alat-alat bantu pelajaran sederhana, yaitu: 1) Mengenali bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekolah untuk membuat alat-alat bantu, 2) Mempelajari perkakas untuk membuat alat-alat bantu mengajar, dan 3) Menggunakan perkakas untuk membuat alat-alat bantu mengajar.
c. Menggunakan dan mengelola laboratorium dalam rangka proses belajar mengajar, yaitu: 1) Mempelajari cara-cara menggunakan laboratorium, 2) Mempelajari cara-cara dan aturan pengalaman kerja di laboratorium, 3) Berlatih mengatur tata ruang laboratorium, dan 4) Mempelajari cara merawat dan menyimpan alat-alat.
d. Mengembangkan laboratorium, yaitu: 1) Mempelajari fungsi laboratorium dalam proses belajar mengajar, 2) Mempelajari kriteria pemilihan alat, 3) Mempelajari berbagai desain laboratorium, 4) Menilai keefektifan kegiatan laboratoriu, dan 5) Mengembangkan eksperimen baru.
e. Menggunakan perpustakaan dalam proses belajar mengajar, yaitu: 1) Mempelajari fungsi-fungsi perpustakaan dalam proses belajar, 2) Mempelajari macam-macam sumber perpustakaan,3) Menggnakan macam-macam sumber perpustakaan, 4) Mempelajari kriteria pemilihan sumber perpustakaan, dan 5) Menilai sumber-sumber kepustakaan.
f. Menggunakan micro teaching unit dalam proses belajar mengajar, yaitu: 1) Mempelajari fungsi micro teaching dalam proses belajar mengajar, 2) Menggunakan micro teaching unit dalam proses belajar mengajar, 3) Menyusun program micro teaching dengan atau tanpa hardware, 4) Melaksanakan program micro teaching dengan atau tanpa hardware, 5) Menilai program dan pelaksanaan micro teaching. dan 6) Mengembangkan program-program baru.
5. Menguasai landasan-landasan kependidikan, meliputi:
a. Mempelajari konsep dan amsalah pendidikan dan pengajaran dengan sudut tinjauan sosiologis, filosofis, historis, dan psikologis.
b. Mengenali fungsi sekolah sebagai lembaga sosial yang secara potensial dapat memajukan masyarakat dalam arti luas serta pengaruh timbal balik antara sekolah dan masyarakat.
6. Mengelola interaksi belajar mengajar, meliputi:
a. Mempelajari cara-cara memotivasi siswa untuk belajar.
b. Menggunakan cara-cara memotivasi siswa.
c. Mempelajari macam-macam bentuk pertanyaan.
d. Menggunakan macam-macam bentuk pertanyaan secara tepat.
e. Mempelajari beberapa mekanisme psikologis belajar mengajar di sekolah (transfer, reinforcement, retention, dan sebagainya).
f. Mengkaji faktor-faktor positif dan negatif dalam proses belajar.
g. Mempelajari cara-cara berkomunikasi antar pribadi.
h. Menggunakan cara-cara berkomunikasi antar pribadi.
7. Menilai prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran, meliputi:
a. Mempelajari fungsi penilaian.
b. Mempelajari bermacam-macam teknik dan prosedur penilaian.
c. Menyusun teknik dan prosedur penilaian.
d. Mempelajari kriteria pemilihan teknik dan prosedur penilaian.
e. Menggunakan teknik dan prosedur penilaian.
f. Mengolah dan menginterpretasikan hasil penilaian.
g. Menggunakan hasil penilaian untuk perbaikan proses belajar mengajar.
h. Menilai teknik dan prosedur penilaian.
i. Menilai keefektifan program pengajaran.
8. Mengenal fungsi dan program pelayanan bimbingan dan penyuluhan, meliputi:
a. Mengenal fungsi dan program layanan bimbingan dan penyuluhan di sekolah, yaitu: 1) Mempelajari fungsi bimbingan dan penyuluhan di sekolah, 2) Mempelajari program layanan bimbingan di sekolah, 3) Mengkaji persamaan dan perbedaan fungsi, kewenangan, serta tanggung jawab, antara guru dan pembimbing di sekolah.
b. Menyelenggarakan program layanan bimbingan di sekolah, yaitu: 1) Mengidentifikasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi murid di sekolah, dan 2) Menyelenggarakan program layanan bimbingan di sekolah, terutama bimbingan belajar.
9. Mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah, meliputi:
a. Mengenal penyelenggaraan administrasi sekolah, yaitu: 1) Mempelajari struktur organisasi dan administrasi persekolahan, 2) Mempelajari fungsi dan tanggung jawab administrasi guru, kepala sekolah, dan Kantor Wilayah Departemen Pendidikan Nasional, dan 3)Mempelajari peraturan-peraturan kepegawaian pada umumnya dan peraturan kepegawaian guru pada khususnya.
b. Menyelenggarakan administrasi sekolah, yaitu: 1) Menyelenggarakan administrasi sekolah, dan 2) Mempelajari prinsip-prinsip dan prosedur pengelolaan program akademik.
10. Memahami prinsip-prinsip dan mentafsirkan hasil-hasil penelitian pendidikan guna keperluan pengajaran, meliputi:
a. Mempelajari dasar-dasar penggunaan metode ilmiah dalam penelitian pendidikan.
b. Mempelajari teknik dan prosedur penelitian pendidikan, terutama sebagai konsumen hasil-hasil penelitian pendidikan.
c. Menafsirkan hasil-hasil penelitian untuk perbaikan pengajaran.
Berkaitan dengan kemampuan guru, Wijaya dan Rusyan (1991: 14-20) mengemukakan bahwa kemampuan pribadi guru dalam proses belajar mengajar, terdiri dari: (a) Kemantapan dan integrasi pribadi, (b) Peka terhadap perubahan, (c) Adil, jujur dan objektif, (d) Bersikap disiplin dalam melaksanakan tugas, (e) Ulet dan tekun bekerja, (f) Simpatik, menarik, luwes, bijaksana, dan sederhana, (g) Bersifat terbuka, (h) Kreatif, (i) Berwibawa.
Sedangkan kemampuan profesional guru dalam proses belajar mengajar terdiri dari: (a) Mampu menguasai bahan bidang studi; (b) Mampu mengelola program belajar mengajar; (c) Mampu mengelola kelas; (d) Mampu mengelola dan menggunakan media serta sumber belajar; (e) Mampu menilai prestasi belajar mengajar; (f) Memahami prinsip-prinsip pengelolaan lembaga dan program pendidikan; (g) Menguasai metode berpikir; (h) Terampil memberikan bantuan dan bimbingan kepada siswa; (i) Meningkatkan kemampuan menjalankan misi profesional; (j) Memiliki wawasan tentang penelitian pendidikan; (k) Mampu menyelenggarakan penelitian sederhana; (l) Mampu memahami karakteristik siswa; (m) Mampu menyelenggarakan administrasi sekolah; (n) Memiliki wawasan tentang inovasi pendidikan; (o) Berani mengambil keputusan; (p) Memahami kurikulum; (q) Mampu bekerja berencana dan terprogram; dan (r) Mampu menggunakan waktu secara tepat.
Kemampuan sosial guru dalam proses belajar mengajar menurut Wijaya dan Rusyan (1991) bahwa guru harus mampu; (a) Terampil berkomunikasi dengan siswa; (b) Bersikap simpatik baik kepada siswa dan guru; (c) Dapat bekerja sama dengan BP3; (d) Pandai bergaul dengan kawan sekerja dan mitra pendidikan.
Upaya meningkatkan profesionalitas guru SLB dari aspek pendidikan telah dilakukan pemerintah dengan dikeluarkannya PP RI No: 72 Tahun 1991 tentang Pendidikan Luar Biasa pasal 20 ayat (2) bahwa: “Tenaga kependidikan pada satuan pendidikan luar biasa merupakan tenaga kependidikan yang memiliki kualifikasi khusus sebagai guru pada satuan pendidikan luar biasa”. Kemudian diperjelas lebih lanjut dalam PP RI No. 19 Tahun 2005 Standar Nasional Pendidikan Bab VI pasal 28 tentang Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, bahwa:
(1) Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
(2) Kualifikasi akademik sebagaimana dimaksudkan pada ayat (1) adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
(3) Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini meliputi: Kompetensi pedagogik; Kompetensi kepribadian; Kompetensi profesional; dan Kompetensi sosial.

Minggu, 18 Oktober 2015

Biografi Mariah Carey

MARIAH CAREY
Description: F:\DERLIS\Mariah-Carey_17.jpg
Mariah Carey (lahir di New York, 27 Maret 1970; umur 45 tahun) adalah seorang penyanyi, penulis dan pencipta lagu, produser rekaman, dan aktris asal Amerika Serikat. Ia membuat rekaman debut pada tahun 1990 di bawah bimbingan eksekutif Columbia Records, Tommy Mottola, dan menjadi musisi pertama yang memiliki lima single pertamanya puncak US Billboard Hot 100 Chart. Setelah menikah dengan Mottola pada tahun 1993, serangkaian lagu hit menetapkan posisinya sebagai artist Columbia Recordsdengan penjualan tertinggi. Menurut majalah Billboard, dia adalah penyanyi yang paling sukses pada 1990-an di Amerika Serikat.
Carey telah menjual lebih dari 200 juta album, singel dan video di seluruh dunia. Ia digelari penyanyi wanita terlaris milenium padaWorld Music Awards tahun 2000, dan artis terbaik dekade 1990-an pada Billboard Music Awards pada tahun 1999. MenurutRecording Industry Association of America, ia adalah penyanyi wanita yang ketiga terlaris dengan penjualan lebih dari 63 juta album di Amerika Serikat. Ia juga digolongkan sebagai penyanyi wanita dengan penjualan terbaik dari US Nielsen SoundScan era. Ia memiliki singel nomor satu paling banyak untuk penyanyi solo di Amerika Serikat (delapan belas singel; artis kedua secara keseluruhan di belakang The Beatles). Pada tahun 2008, majalah Billboard mengurutkan Carey di nomor enam pada "The Billboard Hot 100 Top All-Time Artists”, membuat Carey sebagai artis wanita paling sukses kedua setelah Madonna dalam sejarah Billboard Hot 100 chart. Di samping prestasi komersial-nya, Carey telah menerima lima Grammy Awards, dan terkenal jangkauan vokal, kekuatan vokal, serta gaya melisma, dan penggunaan teknik whistle register (jangkauan suara manusia tertinggi di atas falsetto).


https://www.youtube.com/watch?v=sK3i8s3Wr6g
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata pelajaran
: Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas / semester
: III / I (ganjil)
Hari / tanggal
: kamis, 22 oktober 2015
Alokasi waktu
: 2 x 35 menit
Tema
: Lingkungan


       I.            Standar kompetensi

·         Memahami kondisi lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan dan upaya menjaga lingkungan
    II.            Kompetensi dasar
·         Mendeskripsikan kondisi lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan.

 III.            Indikator :
·         Menjelaskan definisi lingkungan sehat dan tidak sehat
·         Menjelaskan pengaruh pencemaran lingkungan terhadap kesehatan
·         Menyebutkan ciri lingkungan sehat dan tidak sehat
·         Menyebutkan cara untuk menjaga kesehatan lingkungan
·         Membuat gambar tentang pencemaaran lingkungan

 IV.            Tujuan pembelajaran
Setelah dilakukan kegiatan belajar mengajar ini diharapkan :
·         Siswa mampu menjelaskan definisi lingkungan sehat dan tidak sehat serta pengaruh pencemaran lingkungan terhadap kesehatan
·         Siswa mampu menyebutkan 3 ciri kondisi lingkungan yang sehat dan tidak sehat
·         Siswa mampu menyebutkan 3 cara menjaga kesehatan lingkungan dan menerapkannya dikehidupan sehari-hari
·         Siswa mampu membuat gambar tentang pencemaran lingkungan.

    V.             Materi ajar
·         Lingkungan adalah keadaan yang ada di sekitar kita
·         Keadaan lingkungan dapat di golongkan menjadi dua, yaitu lingkungan sehat dan tidak sehat
·         Lingkungan sehat yaitu lingkungan bersih dan lingkungan yang memberi kenyamanan bagi makhluk hidup yang berada di tempat itu
·         Ciri lingkungan sehat, yaitu:
1.      Udara dilingkungan bersih dan terasa segar
2.      Sumber air yang bersih
3.      Air sungai yang mengalir terlihat bersih dan jernih
4.      Sampah tidak berserakan
5.      Banyak tumbuhan hijau yang tumbuh subur
6.      Lingkungan sehat memiliki pengaturan tempat yang baik
·         lingkungan tidak sehat yaitu lingkungan yang kotor dan tidak memenuhi syarat lingkungan sehat, dan  tidak memberi kenyamanan bagi makhluk hidup yang ada didalamnya. Lingkungan tidak sehat mengakibatkan berjangkitnya berbagai penyakit, bau yang tidak sedap dan pemandangan buruk.
·         Ciri lingkungan tidak sehat, yaitu :
1.      Udara kotor karena banyak debu dan asap
2.      Sampah banyak bertebaran
3.      Sumber air tidak bersih
4.      Saluran air tidak lancar sehingga air menggenang
5.      Tumbuhan tidak bisa tumbuh dengan subur sehingga lingkungan menjadi gersang
6.      Tidak memiliki pengaturan tempat yang baik, misalnya: tempat sampah umum ditempatkan dekat warung makan.
·         Pengaruh pencemaran lingkungan terhadap kesehatan:
Tanah yang tercemar akan berkurang kesuburannya. Selain itu, zat-zat pencemar juga dapat diserap oleh tumbuhan. Tumbuhan tersebut kemudian dimakan oleh hewan dan manusia. Akibatnya zat pencemar tersebut akan berpindah kedalam tubuh hewan atau manusia dan akan menumbuhkan berbagai penyakit.
·         Cara menjaga kesehatan lingkungan :
1.      Membuang sampah pada tempatnya
2.      Mengolah limbah sebelum membuang ke lingkungan
3.      Membersihkan lingkungan secara teratur
4.      Menanam tanaman disekitar rumah dan lahan kosong dengan tanaman yang bermanfaat
5.      Mengalirkan air yang tergenang melalui saluran air
6.      Menciptakan rumah yang sehat, yaitu rumah yang memiliki lubang angina tau ventilasi udara
7.      Tidak membakar sampah disembarang tempat
8.      Tidak menebang pohon secara sembarangan


 VI.             Metode / model / pendekatan
1.      Ceramah
2.      Tanya jawab

VII.             Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
·         Kegiatan awal
1.      Salam pembuka
2.      Merapihkan posisi siswa
3.      Mengabsen siswa
4.      Apersepsi
5.      Mempersiapkan peralatan yang diperlukan

·         Kegiatan inti
1.      Memberikan penjelasan materi kepada siswa
2.      Memperlihatkan foto atau gambar tentang pencemaran lingkungan
3.      Memberikan kesempatan siswa untuk bertanya
4.      Mengarahkan siswa membuat kelompok
5.      Memberi tugas per kelompok yang terdiri dari 6 orang untuk membuat gambar tentang pencemaran lingkungan

·         Kegiatan akhir / Penutup
1.      Menilai tugas perkelompok
2.      Memberi pertanyaan kepada siswa yang ditunjuk
3.      Memberi tugas untuk membuat kliping tentang pencemaran lingkungan

VIII.            Media / Sumber Belajar
·         Media
-          Buku paket IPA SD kelas III
·         Sumber belajar
-          Gambar dan foto tentang lingkungan sehat dan tidak sehat serta pencemaran lingkungan.
-          Kertas HVS

 IX.            Evaluasi / Penilaian

No
Indikator
Teknik
Bentuk
Instrument
1
·         Menjelaskan definisi lingkungan sehat dan tidak sehat
Lisan
Esai
Apa yang dimaksud dengan lingkungan sehat dan tidak sehat?
2
·         Menjelaskan pengaruh pencemaran lingkungan terhadap kesehatan
Lisan
Esai
Apa pengaruh pencemaran lingkungan terhadap kesehatan ?
3
·         Menyebutkan ciri lingkungan sehat dan tidak sehat
Lisan
Esai
Sebutkan 3 ciri lingkungan sehat dan tidak sehat ?
4
·         Menyebutkan cara untuk menjaga kesehatan lingkungan
Lisan
Esai
Sebutkan 3 cara untuk menjaga kesehatan lingkungan ?
5
Membuat gambar tentang pencemaaran lingkungan




·         Kunci jawaban
1.      Lingkungan sehat yaitu lingkungan bersih dan lingkungan yang memberi kenyamanan bagi makhluk hidup yang berada di tempat itu
Lingkungan tidak sehat yaitu lingkungan kotor dan tidak memberi kenyamanan bagi makhluk hidup yang ada didalamnya. Lingkungan tidak sehat mengakibatkan berjangkitnya berbagai penyakit, bau yang tidak sedap dan pemandangan buruk.
2.      Tanah yang tercemar akan berkurang kesuburannya. Selain itu, zat-zat pencemar juga dapat diserap oleh tumbuhan. Tumbuhan tersebut kemudian dimakan oleh hewan dan manusia. Akibatnya zat pencemar tersebut akan berpindah kedalam tubuh hewan atau manusia dan akan menumbuhkan berbagai penyakit.
3.      Ciri lingkungan sehat :
Udara dilingkungan bersih dan terasa segar
Sampah tidak berserakan
Banyak tumbuhan hijau yang tumbuh subur
Ciri lingkungan tidak sehat :
Udara kotor karena banyak debu dan asap
Sampah banyak bertebaran
Tumbuhan tidak bisa tumbuh dengan subur sehingga lingkungan menjadi gersang
4.      Membuang sampah pada tempatnya
Membersihkan lingkungan secara teratur
Mengalirkan air yang tergenang melalui saluran air

·         Skor
-          Jika jawaban benar di beri skor 2,5
-          Nilai akhir : skor yang dicapai x 5
                                          5
-          Skor gambar
A : 90 -100
B : 85 - 70
C : 75 - 60




Serang, 18 oktober 2015
Mengetahui                                                                            
Dosen pembimbing                                                                                         Mahasiswa                 


Encep Andriana M.Pd                                                                                           Aprianti Derlis